Where Did the Name Hampton Street Come From?

Where Did the Name Hampton Street Come From? – Every place has its history, but have you ever wondered about the history of Hampton Street? For example, whose name is it taken from? Is the reference essential? Is the past relevant to the street we know today?

• Taken From Wade Hampton III
There are some rumours about this street’s name history but the well-known story is this street is named after the Wade Hampton III, a senator from 1858 to 1861. Wade Hampton III is the son of Colonel Wade Hampton II who was an inspector general and an aide on the staff of General Andrew Jackson at the war of New Orleans and defeated the British. So yes, this street has a pretty long history almost as long as the origin of the online gambling games.

Wade Hampton III himself delivered the news to President James Madison after the British were defeated. Wade Hampton III is a son of that national hero and his name becomes as popular for delivering the news.

What makes Wade Hampton III famous was his speech which against the slaves re-importing act which made a controversy back then. He got a chance to be a private at the War of Southern Independence, but South Carolina governor sent Hampton III to be in Senate. Later in this range of time, Hampton used it against the Union about the idea of slavery and secession.

• His Dedication Makes Several Buildings Named After Him
Hampton III made his own troop, although he himself didn’t have any military basic, called “Hampton’s Legion” in South Carolina which consisted of six companies (infantry), four companies (cavalry), and one battery (artillery). He found a way to equip his troops by offering Europe his cotton stocks in exchange of weapons. He got 400 rifled muskets from Enfield and six cannons from England. Unfortunately, his fortune is almost depleted even before the war seems ended. Because of his dedication, Hampton III becomes the most underrated commanders of Civil War and in 1878 he was reelected to be a governor but resigned to become US Senate. His famous last word is God bless all my people, black and white shows that He really fight for equality for all people. His names are taken for several important buildings in South Carolina and it is also possible that Hampton Street name is taken after Wade Hampton III too.

So, what do we know about Hampton Street? It is possibly taken from the name of Wade Hampton III, a civil-war confederate general, same with the county. Other than that, there’s not a lot of connection between the street name and the current street itself besides several restaurants who are named after it.

Indonesia-Jepang Sepakat Untuk Memperpanjang Kerja Sama Infrastruktur
Informasi

Indonesia-Jepang Sepakat Untuk Memperpanjang Kerja Sama Infrastruktur

Indonesia-Jepang Sepakat Untuk Memperpanjang Kerja Sama Infrastruktur – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pemerintah Jepang menandatangani perjanjian untuk memperpanjang perjanjian pembangunan infrastruktur atas nama Akaba Kazuyoshi, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

Indonesia-Jepang Sepakat Untuk Memperpanjang Kerja Sama Infrastruktur

hrp – Kegiatan serupa pembangunan prasarana tadinya hendak selesai pada Minggu( 29-12-2019). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri MLIT Akaba Kazuyoshi menandatangani perjanjian kerja sama di Gedung Departemen PUPR pada Kamis (26 Desember 2019).

Perjanjian kerja sama tersebut mencakup delapan bidang yang ada, seperti pengelolaan sumber daya air (SDA), pengelolaan air limbah domestik, jalan dan jembatan, bangunan dan penyediaan perumahan. K

Kemudian, melaksanakan pembangunan wilayah dan perkotaan, penanggulangan bencana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dua bidang tambahan baru seperti pembiayaan infrastruktur dan jasa konstruksi.

“Kerja sama yang kita bangun sebetulnya adalah silaturahmi antara bangsa Jepang dan bangsa Indonesia. Basuki menjelaskan dengan motto gotong royong dan kemajuan bersama maka telah meningkatkan kerjasama, silaturahim, dan silaturahmi antar sesama.

Dilansir dari kompas.com, Basuki dan Kazuyoshi Pertemuan tersebut membahas penanganan banjir, jalan tol Jakarta-Surabaya semi ekspres, ruas pelabuhan Patimban, tol Padang-Payakumbuh-Pekanbaru, dan partisipasi Jepang dalam relokasi ibu kota.

Dalam mengatasi banjir, pemerintah Indonesia dan Jepang bekerja sama dengan Bendungan Kedungombo, Kabupaten Grobokan dan Bendungan Sutami Kabupaten Malang bekerjasama dalam penelitian bendungan.

Studi bendungan Kedungombo dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), dan studi selesai pada akhir Desember 2019. Pada saat yang sama, studi bendungan Sutami dilakukan oleh MLIT. Kazuyoshi menuturkan keberadaan bendungan memegang peranan penting, terutama di daerah yang sering dilanda banjir seperti Indonesia dan Jepang.

Baca juga : PUPR Akan Memberikan 17 Kerjasama Proyek Pembangunan Jalan Tol

“Di Jepang telah susah membuat tanggul baru. Oleh sebab itu, kita menggunakan bendungan yang sudah ada sebagai sumber pengendali banjir dan listrik,” kata Kazuyoshi. Selain itu, hingga November 2019, pembangunan lintas pelabuhan Patimban sudah mencapai 55,8%.

Basuki mengatakan: “Kami akan menyelesaikannya pada April 2020, karena Pelabuhan Patimban akan beroperasi mulai Mei hingga Juni 2020.” Cargill berharap dapat menyelesaikan akses jalan tersebut tepat waktu. Pasalnya, banyak perusahaan Jepang yang tertarik menggunakan Pelabuhan Patimban untuk kegiatan impor dan ekspor produk.

Tak hanya itu, ia juga berencana menggunakan teknologi Jepang untuk membangun proyek terowongan di ruas tol Payakumbuh-Pekanbaru. Saat ini JICA sedang melakukan feasibility study (FS) untuk proyek tersebut.

Lima terowongan direncanakan sepanjang 8,95 kilometer dan melewati Pegunungan Bukit Bari. Terkait hal itu, Basuki meminta JICA untuk mempercepat penelitian yang sedang berjalan. Basuki mengatakan: “Untuk Jepang memang akan lebih lama karena detailnya, tapi alangkah baiknya jika penelitiannya bisa dipercepat.”

Sebelum diterima oleh Perdana Menteri Joko Widodo, penasehat khusus Perdana Menteri Jepang Bo Ren diterima oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Keduanya membahas kerja sama mendalam dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut dibahas kerjasama pembangunan jalan tol Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru.Ruas tol ini adalah tol lintas batas Sumatera, jalur akses dermaga Patimban, sistem penggarapan sampah Jakarta dan Jakarta- Ujung Jalan Tol. Kereta Api Surabaya Ekspres.

Menteri Basuki Hadimuljono dalam keterangan persnya mengatakan: “Kami mendorong pembangunan terowongan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru mendapat pendanaan dari JICA, termasuk pembangunan jalan penghubung.”

Ini bertujuan untuk membentuk model dukungan keuangan untuk proyek jalan tol di masa depan. Kedua belah pihak sepakat menandatangani perjanjian pinjaman pada 2018 untuk memperingati 60 tahun pembentukan hubungan diplomatik kedua negara.

Pemerintah Jepang telah mengindikasikan akan mendanai pembangunan jalan tol Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru sepanjang 40 kilometer, termasuk terowongan sepanjang 7 kilometer, dan telah memberikan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Total biaya konstruksi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 255,8 kilometer jalan tol tersebut mencapai Rp 65 triliun, dan masa pembangunannya dari 2018 hingga 2023.

Sementara itu, untuk pembangunan lintas pelabuhan Patimban sepanjang 8,1 km telah ditandatangani perjanjian pinjaman pada 15 November 2017 senilai 118,9 miliar yen atau sekitar 14,2 triliun rupiah. Saat ini sedang dalam tahap pengawasan lelang konsultan dan kontraktor.

Target kami rampung pada akhir Mei 2018, dan kontrak bisa ditandatangani pada pertengahan 2018, dan konstruksi akan dimulai. Jangka waktu konstruksi yang direncanakan adalah 12 bulan. Pada September 2019, ruas pelabuhan Patimban akan selesai.

Tahap pertama akses jalan menuju pelabuhan Patimban akan menghubungkan jalan raya nasional di pantai utara Jawa ke dermaga Patimban. Menteri Basuki mendesak negara Jepang serta mendanai tahap kedua, yakni terkoneksi dengan tol Cikopo-Palimanan (KM 88) sepanjang 40 kilometer yang akan mulai beroperasi pada 2019, dengan perkiraan biaya pembangunan mencapai Rp 3,86 triliun.

Proyek kerjasama lain yang dibahas adalah pembangunan prioritas sistem pengolahan limbah Jakarta di Distrik 1 (Pluit) dan Distrik 6 (Duri Kosambi) dari 15 wilayah yang direncanakan. Di saat yang sama, untuk pembangunan rencana kereta cepat Jakarta-Sulabaya, departemen PUPR juga memberikan dukungan untuk pembangunan jembatan layang rel lintas jalur.

Presiden Jokovy menekankan pentingnya berinvestasi di bidang tempat pekerjaan dapat diciptakan. Saat ini, kata Chokovi, Indonesia telah memberlakukan “UU Cipta Kerja”, dan pelaksanaannya harus didukung penuh oleh para pimpinan daerah.

Pada Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah 2021 yang diadakan di Istana Negara Jakarta tahun 2021, Chokovi mengatakan: “Semua provinsi, daerah, dan kota tidak akan memperlambat nama perizinan investasi karena investasi akan menciptakan lapangan kerja.” 14 2021 Tanggal 14.

Chokovi menekankan bahwa investasi ini dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sangat luas. Ia mengatakan, investasi ke kawasan itu pada gilirannya akan mendorong pembangunan ekonomi kawasan.

Dengan demikian, tidak adanya partisipasi pemerintah daerah dalam kegiatan perizinan penanaman modal juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Ia yakin hal itu juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Jokovy juga mengingatkan bahwa investasi tersebut juga akan memberikan pemasukan bagi negara dan daerah. Melalui kegiatan investasi inilah negara dan kawasan dapat memungut pajak.

Chokovi berkata: “Sebanyak 76% pendapatan negara berasal dari pajak. Ini sangat besar. Jika ada investasi baru untuk membangun perusahaan, pabrik atau industri, itu berarti kita harus memungut pajak. Ada pajak lainnya.”

Oleh karena itu, Jokowi juga mengingatkan pemerintah daerah agar memberikan layanan dan dukungan menyeluruh bagi perusahaan yang hendak berinvestasi. Jika ini bisa dilakukan, dia yakin pemulihan ekonomi daerah dan nasional bisa dengan mudah dicapai.

Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat menandatangani perjanjian perpanjangan Memorandum of Cooperation (MoC) tentang perjanjian kerja sama pembangunan infrastruktur yang akan berakhir pada 29 Desember 2019.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono) dan perwakilan Akaba Kazuyoshi dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) di Gedung Pemerintah Provinsi PUPR pada Kamis (26/12/2019). ). Perjanjian kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sekjen PUPR Anita Firmanti, Kepala PUPR BPIW Hadi Sucahyono, Inspektur Jenderal PUPR Widiarto, Dirjen Jalan Raya PUPR Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga, Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Cipta Karya Pembangunan dan Pengembangan PUPR Syarif Burhanuddin, Dirjen PUPR Departemen Keuangan Infrastruktur Negara, Eko Djoeli Heripoerwanto dan Plt. Lukman Hakim, Menteri PUPR Negara Bali.

Baca juga : Kapal Perang AS Bersiap Untuk Berlayar di Laut Cina Selatan

Kerja sama tersebut mencakup delapan bidang yang ada, yaitu pengelolaan sumber daya air, pengelolaan air limbah domestik, jalan dan jembatan, gedung, pengadaan perumahan, pembangunan wilayah dan perkotaan, penanggulangan bencana, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dan dua bidang tambahan baru, yaitu pembiayaan infrastruktur dan jasa konstruksi.

Kemudian dalam menangani banjir, pemerintah Indonesia dan Jepang bekerjasama dalam penanggulangan banjir, mempelajari bendungan Bendungan Kedungombo, Kabupaten Grobokan dan Bendungan Sutami di Kabupaten Malang. Penelitian bendungan Kedungombo dilakukan oleh Japan International Cooperative (JICA) yang akan selesai pada akhir Desember 2019, sedangkan penelitian bendungan Sutami dilakukan oleh MLIT.

Selain itu, Menteri Akaba menyampaikan bahwa pihaknya sangat berharap dapat menyelesaikan alur Patimban tepat waktu, karena banyak perusahaan Jepang yang berminat menggunakan pelabuhan Patimban untuk kegiatan impor dan ekspor produk.

Menteri Akaba pula menyatakan, konsep pembangunan rencana gorong- gorong di tol Payakumbuh- Pekanbaru hendak memakai teknologi Jepang. Saat ini JICA sedang melakukan feasibility study (FS).

PUPR Akan Memberikan 17 Kerjasama Proyek Pembangunan Jalan Tol
Informasi

PUPR Akan Memberikan 17 Kerjasama Proyek Pembangunan Jalan Tol

PUPR Akan Memberikan 17 Kerjasama Proyek Pembangunan Jalan Tol – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka proposal kerja sama pembangunan 17 ruas jalan tol untuk swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) pada 2021. Penawaran untuk rencana kerja sama pemerintah dengan entitas komersial atau KPS.

PUPR Akan Memberikan 17 Kerjasama Proyek Pembangunan Jalan Tol

hrp – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam diskusi virtual dengan Tempo mengatakan: “Pada kuartal I, kami akan menyediakan proyek KPS dengan 8 ruas tol dan satu jembatan.” Senin, 14 Desember 2020.

Adapun detail proyek pembangunan jalan tol yang diberikan Basuki pada kuartal pertama berdasarkan rencana KPBU antara lain Mamminasata, Rajeg-Teluknaga-Kamal, Balaraja-Semanan, serta tol Serpong-Bogor via Parung.

Selain itu, ada proyek tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Semarang-Kendal, Gilimanuk-Mengwi dan asuransi kesehatan pelabuhan Patimban. Tol dermaga Patimban hendak membuka tol Cipali menuju jalur nasional mengarah dermaga Patimban.

disaat yang serupa, pemerintah menginisiasi tender PPP untuk proyek pembangunan jembatan Pulau Batam-Bintan. Total panjang proyek KPBU jalan dan jembatan yang akan digandeng pada triwulan I 2021 adalah 380,8 kilometer. Nilai investasi kesembilan proyek tersebut sebesar Rp. 117,3 triliun.

Selain itu, departemen PUPR akan membuka konsesi KPBU untuk dua ruas tol dan satu jembatan pada kuartal ketiga. Dua jalan raya yang akan dibangun adalah jalan layang dalam kota ruas Cikunir-Karawaci dan Cikunir-Ulujami ruas layang JORR. Sedangkan proyek jembatan yang akan digarap adalah OM Suramadu.

Dilansir dari tempo.co, Total panjang proyek jalan dan jembatan yang disediakan pada kuartal ketiga adalah 66,9 kilometer. Sedangkan total investasi yang dibutuhkan Rp 48,37 triliun.

Kemudian, pada akhir kuartal keempat atau kuartal keempat 2021, departemen PUPR akan menyediakan tujuh proyek jalan tol dan dua jembatan. Proyek jalan tersebut meliputi jalan tol Cilacap-Yogyakarta, Tuban-Demak, Lumajang-Jember, Babat-Bojonegoro-Ngawi, Situbondo-Jember, Kepanjen-Tulungagung dan Bontang-Samarinda. Proyek tol Bontang-Samarinda masih dalam tahap perencanaan.

Baca juga : Pembangunan Jalan Raya Perbatasan Indonesia-Malaysia

Dua jembatan yang akan disatukan tersebut adalah Tanah Bumbu-Pulau Laut dan Muna-Buton. Total panjang jalan dan jembatan untuk semua proyek yang disediakan pada kuartal terakhir tahun 2021 adalah 630,75 kilometer. Nilai investasi yang dibutuhkan adalah 96,6 triliun rupiah.

Basuki menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun, mulai 2020 hingga 2024, kebutuhan investasi kementerian dan komisinya mencapai Rp 2.058 triliun. Diantaranya, investasi infrastruktur sumber daya air mencapai Rp 577 triliun, investasi jalan dan jembatan 573 triliun rupiah, perumahan 128 triliun rupiah, dan perumahan 780 triliun rupiah.

Menurut Basuki, dana APBN hanya bisa menutupi 30% dari total kebutuhan dana, yakni Rp 623 triliun. Untuk sisa Rp1.435 triliun (70%), pemerintah perlu bekerja sama dengan pihak lain untuk mengisi kesenjangan pendanaan guna mewujudkan visi 2024.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus melaksanakan Program Bantuan Subsidi Perumahan melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Perumahan dan Pekerjaan Umum pada tahun 2020 buat tingkatkan daya beli Warga Berpendapatan Kecil (MBR) dan membuat masyarakat terjangkau dan Perumahan yang layak huni.

Subsidi diberikan melalui berbagai program yang sudah berjalan, seperti KPR Dana Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi saldo bunga pinjaman perumahan (SSB), dan subsidi uang muka (SBUM) dan subsidi bantuan. Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Eko D. Heripoerwanto, Direktur Pembiayaan Pekerjaan Umum dan Prasarana Perumahan, mengatakan alokasi FLPP KPR dilakukan melalui Lembaga Pengelola Anggaran Pembiayaan Perumahan( LPDPP) beroperasi sesuai dengan bank pelaksana. Pada 2020, dana FLPP yang dialokasikan akan dialokasikan hingga 11 triliun rupee untuk 102.500 rumah. Sedangkan SBUM memiliki 150.000 unit rumah, 600 miliar Rp, SSB memiliki Rp 3,86 triliun, dan BP2BT memiliki 312 unit rumah, yaitu Rp 134,4 miliar. , Di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Menurut Eko, penyaluran dana FLPP pada tahun 2020 sudah termasuk pendapatan pokok Rp 2 triliun dan isi ulang FLPP 2019 (per 23 Desember 2019, dana penyelamatan BTN berjumlah 11.745 unit, 1,2 triliun rupiah). Sebenarnya istilahnya tidak mubazir, tapi percepatan pelaksanaan FLPP, karena APBD 2020 akan kita gunakan untuk mencairkan tahun 2019 mendatang, ”jelasnya.

Menurut Eko, target tersebut bisa ditingkatkan menjadi maksimal sekitar 50.000 unit berdasarkan daya serap pasar. Pasalnya, BP2BT berasal dari pinjaman atau hibah luar negeri yang meningkatkan target output, dan anggaran tersebut tidak memerlukan persetujuan DPR.

Selain itu, saat ini pemerintah sedang menyusun rencana pembiayaan perumahan ASN, TNI atau Polri bagi masyarakat berpenghasilan di atas Rp 8 juta. Rencana pengalokasian kredit perumahan rakyat dilakukan melalui alokasi KPR ASN, TNI atau Polri. Bank alokasi bekerja sama dengan bendahara penggajian departemen atau instansi terkait dan bertanggung jawab untuk pemotongan gaji angsuran KPR.

Pegawai badan usaha milik negara dapat mengajukan pinjaman hipotek ke bank hipotek. Kemudian, pandu bank untuk membayar pinjaman KPR kepada debitur dan menjualnya ke PT.SMF untuk membayar dengan dana jangka panjang. Sedangkan aset KPR berada di PT. SMF dijual ke pasar modal dalam bentuk EBA / obligasi terjamin KPR ASN / TNI / Polri.

Berdasarkan status pada tanggal 23 Desember 2019, saat ini terdapat 19 asosiasi pengembang perumahan dan 13.618 pengembang perumahan yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Pendaftaran Pengembang (SIRENG). SIRENG merupakan prototipe pelaksanaan sertifikasi dan registrasi Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pendaftaran dan Sertifikasi Pengembang Perumahan (ARSAP4) yang diwajibkan melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 24 / PRT / M / 2018.

Pencapaian pengeluaran FLPP 2019

Hingga 23 Desember 2019, distribusi dukungan FLPP sudah menggapai 77.564 unit. Sekitar Rp 7,6 miliar telah dialokasikan. Pada saat yang sama, 99.907 unit subsidi neraca bunga terealisasi. Pemerintah mengalokasikan 68.858 kendaraan dan 100.000 kendaraan untuk FLPP dan SSB tahun ini.

Tidak hanya dua rencana tersebut, layanan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) juga telah mencapai Rp 205,7 miliar dari target Rp 20,16 miliar. Namun penyaluran dana bantuan uang muka perumahan (disebut juga SBUM) masih di bawah target. Per 23 Desember baru 161.747 unit yang menerima fasilitas tersebut, dan target 237.000 unit.

Dalam lima tahun ke depan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan membangun 3.000 kilometer jalan baru dan 2.500 kilometer jalan tol. Hal ini untuk mendorong ketersediaan infrastruktur sambungan guna menekan biaya logistik, mendorong mobilitas, dan meningkatkan daya saing nasional.

Pada Kamis (19/11/19), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Kemitraan Pemerintah-Badan Usaha (PPP) mengadakan kegiatan market sounding atau penjajakan minat pasar untuk 4 ruas jalan tol di jarak 424,27 kilometer. Kedua ruas tol tersebut adalah Tol Solow-Yogyakarta-NYIA Kulong Progo (93,14 km), dengan nilai investasi Rp28,58 triliun, dan Tol Yogyakarta-Bhaun (76,36 km), dengan nilai Rp 17,38 triliun.

Selain itu, tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (206,65 kilometer) menelan biaya Rp 57,594 triliun, sedangkan tol Makasar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) menelan biaya 48,12 km dan nilai investasi 9,41 triliun rupiah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan tol berperan penting dalam konektivitas antarwilayah Indonesia dan efisiensi biaya logistik. Oleh karena itu, pelaksanaan riset pasar menjadi sangat penting untuk mendukung pembangunan jalan tol di Indonesia.

Acara market sounding digelar untuk menjalin kontak dengan investor dan pemangku kepentingan lainnya guna memberikan wujud kemajuan terkini dalam persiapan keempat proyek jalan tol tersebut. Menteri Basuki mengatakan: “Kami yakin hanya dengan menyediakan konektivitas yang lebih baik, investasi dan penciptaan lapangan kerja akan lebih baik.”

Menteri Basuki mengatakan, keempat ruas tol yang disediakan diharapkan mendapat respon positif dari investor karena sudah diharapkan masyarakat. Misalnya, tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo akan terkoneksi dengan jalur Trans Jawa Semarang – Solo.

Menteri Basuki juga menyatakan dalam pertemuan tersebut bahwa Kementerian PUPR akan mengundang sponsor untuk melakukan studi kelayakan dalam kurun waktu tertentu melalui Badan Administrasi Umum Pekerjaan Umum dan Pembiayaan Infrastruktur Perumahan dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sebagai prioritas, perusahaan swasta nasional akan diutamakan sebelum diserahkan kepada BUMN.

Adapun detail proyek pembangunan jalan tol yang diberikan Basuki pada kuartal pertama berdasarkan rencana KPBU antara lain Mamminasata, Rajeg-Teluknaga-Kamal, Balaraja-Semanan, dan tol Bogor-Serpong via Parung.

Selain itu, ada proyek tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Semarang-Kendal, Gilimanuk-Mengwi dan asuransi kesehatan pelabuhan Patimban. Tol dermaga Patimban hendak membuka tol Cipali menuju jalur nasional mengarah dermaga Patimban.

Pada saat yang sama, pemerintah menginisiasi tender PPP untuk proyek pembangunan jembatan Pulau Batam-Bintan. Total panjang proyek KPBU jalan dan jembatan yang akan digandeng pada triwulan I 2021 adalah 380,8 kilometer. Nilai investasi kesembilan proyek tersebut sebesar Rp. 117,3 triliun.

Selain itu, departemen PUPR akan membuka konsesi KPBU pada kuartal III untuk menyediakan dua ruas jalan tol dan satu jembatan. Dua jalan raya yang akan dibangun adalah ruas jalan layang dalam kota Cikunir-Karawaci dan JORR layang Cikunir-Ulujami. Sedangkan proyek jembatan yang akan digarap adalah OM Suramadu.

Total panjang proyek jalan dan jembatan yang disediakan pada kuartal ketiga adalah 66,9 kilometer. Sedangkan total investasi yang dibutuhkan Rp 48,37 triliun.

Baca juga : Konvensi PBB Tentang Hukum Laut untuk Kedaulatan Indonesia

Kemudian pada triwulan IV-2021 atau akhir triwulan IV, departemen PUPR akan menyediakan tujuh proyek jalan tol dan dua jembatan. Proyek jalan tersebut meliputi jalan tol Cilacap-Yogyakarta, Demak-Tuban, Jember-Lumajang, Ngawi-Bojonegoro-Babat, Jember-Situbondo, Tulungagung-Kepanjen dan Samarinda-Bontang. Proyek tol Samarinda-Bontang masih dalam tahap perencanaan.

Dua jembatan yang akan disatukan tersebut adalah Tanah Bumbu-Pulau Laut dan Muna-Buton. Total panjang jalan dan jembatan untuk semua proyek yang disediakan pada kuartal terakhir tahun 2021 adalah 630,75 kilometer. Nilai investasi yang dibutuhkan adalah 96,6 triliun rupiah.

Basuki menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun, mulai 2020 hingga 2024, kebutuhan investasi kementerian dan komisinya mencapai Rp 2.058 triliun. Diantaranya, investasi infrastruktur sumber daya air mencapai Rp 577 triliun, investasi jalan dan jembatan 573 triliun rupiah, perumahan 128 triliun rupiah, dan perumahan 780 triliun rupiah.

Menurut Basuki, dana APBN hanya bisa menutupi 30% dari total kebutuhan dana, yakni Rp 623 triliun. Untuk sisa Rp1.435 triliun (70%), pemerintah perlu bekerja sama dengan pihak lain untuk mengisi kesenjangan pendanaan guna mewujudkan visi 2024.

Pembangunan Jalan Raya Perbatasan Indonesia-Malaysia
Informasi

Pembangunan Jalan Raya Perbatasan Indonesia-Malaysia

Pembangunan Jalan Raya Perbatasan Indonesia-Malaysia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 715 miliar pada tahun anggaran (TA) 2021 buat pembangunan prasarana jalan pinggiran Indonesia- Malaysia, persisnya di Kalimantan Utara (Kaltara).

Pembangunan Jalan Raya Perbatasan Indonesia-Malaysia

hrp – Rinciannya, anggaran Rp 247 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalur perbatasan, seperti tol Long Boh-Metulang-Long Nawang sepanjang 6,5 kilometer. Kemudian, Jalan Long Boh-Metulang-Long Nawang 2 memiliki panjang total 21,5 kilometer, mengasingkan 3,5 kilometer hutan Long Boh-Metulang yang belum tersentuh, Jalan Panjang Kemuat-Langap sepanjang 3,7 kilometer, dan pemeliharaan perbatasan rutin. Panjang 312,3 kilometer.

Selain jalan perbatasan, anggaran tahun anggaran 2021 dari Dinas PUPR juga digunakan untuk melanjutkan pembangunan lintas batas di Provinsi Kalimantan Utara, dengan total investasi Rp 468 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Jalan Malinau-Semamu dengan target 2 kilometer, Jalan Malinau-Semamu 3,2 kilometer, Jalan Panjang Semamu-Long Bawan 13,66 kilometer, dan Jalan Long Nawang 3,9 kilometer.

Di daerah yang sudah ada pemukiman atau padat penduduk, serta fasilitas umum (seperti puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan), pekerjaan ini harus diutamakan. Pada saat yang sama, lapisan agregasi digunakan di area di mana lalu lintas harian (LHR) masih perlu ditingkatkan.

Baca juga : Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir

Dilansir dari kompas.com, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan tujuan pembangunan prasarana jalan adalah buat tingkatkan konektivitas antar daerah atau membuka akses ke daerah terpencil. Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/3/2021), mengatakan, “Selain itu, hasil pembangunan juga bisa merata di luar Jawa, terutama di kawasan perbatasan.”

Menurut Basuki, Jaringan jalan pinggiran ini ialah prasarana yang berharga penting untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara. Sehingga dapat mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Secara keseluruhan, panjang jalan perbatasan di Kartala adalah 992,35 kilometer, yang terdiri dari 614,55 kilometer jalan perbatasan paralel dan 377,8 kilometer jalur perbatasan. Dalam pembangunan sisa 614,55 kilometer jalan perbatasan di Kartala, 57 kilometer dan 27,05 kilometer jalan perbatasan dilalui.

Dengan infrastruktur yang berkembang diharapkan dapat membuka daerah-daerah terisolir yang dapat membantu masyarakat di daerah tersebut. Basuki menyimpulkan: “Seiring dengan peningkatan konektivitas masyarakat, akan terbentuk jalur logistik baru untuk mendukung pertumbuhan embrio di pusat pertumbuhan.”

Untuk pembangunan jalan perbatasan yang sedang dibangun progresnya sepanjang 1,20 Km Jalan Long Semamu Long Bawan 3 adalah 0,85%, dan realisasi progres sepanjang 1,80 Km Jalan Panjang Semamu Long Bawan 4 5,45% dengan biaya sebesar 20,90 Milyar Rupiah. Rupiah indonesia.

Panjang Jalan Long Boh Metulang Long Nawang 3,50 Km, progres 100,00%, panjang Jalan Long Boh Metulang Long Nawang 2 2,50 Km, progresnya 100,00%, Jalan Panjang Kemuat Langap 1 (reduksi kemiringan), sepanjang 1, 90 km, progres 15,15%, Jalan Lonawang baru menandatangani kontrak sepanjang 400 m. Sementara itu, 4 bidang sisanya masih dalam tahap persiapan lelang yaitu Jalan Malinau Semamu 1 1,40 Km, Jalan Long Semamu Long Bawan sepanjang 2,00 Km, Jalan Long Semamu Long Bawan 2 sepanjang 2,10 Km dan Jalan Long Boh Metulang (Hutan Terbuka). Meter. Tujuan di atas adalah untuk menentukan kembali dampak COVID-19 setelah anggaran.

Anggaran PUPR tahun anggaran 2020 digunakan untuk melanjutkan pembangunan penyeberangan perbatasan, seperti ruas Malinao-Long Sam Mamu-Long Ba-Long Midang (Indonesia) -Ravas (Sarawak, Malaysia) sepanjang 8,50 km. 203,30 kilometer, ruas Mensalong-sepanjang 155,70 kilometer dari Tau Lumbis-Keningau (Sabah, Malaysia), dan sepanjang 2,30 kilometer di Jalan Malinau-Long Kemuat-Long Nawang (Indonesia) -Sibu Serawak) 471,25 kilometer.

Di daerah yang terdapat pemukiman atau daerah padat penduduk, dan fasilitas umum (seperti pusat kesehatan, pasar, sekolah, dan kantor pemerintah), pengerjaan aspal harus diutamakan. Pada saat yang sama, lapisan agregasi digunakan di area di mana lalu lintas harian (LHR) masih perlu ditingkatkan.

Keberadaan jalan perbatasan dan jalur perbatasan diharapkan dapat mengisolasi wilayah terbuka yang sangat membantu masyarakat di wilayah perbatasan. Dimana saya bisa mendapatkan komoditas dengan lebih mudah dan murah, sehingga mengurangi kesenjangan antar daerah. Seiring dengan peningkatan konektivitas komunitas, jalur logistik baru akan dibentuk untuk mendukung pertumbuhan pusat pertumbuhan embrio.

Terus membangun jalan raya perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 966,59 kilometer di Provinsi Kalimantan Utara (Galtala). Pembangunan infrastruktur jalan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah atau membuka akses ke daerah terpencil. Selain itu juga dapat mendistribusikan hasil pembangunan secara merata di luar Jawa, terutama di daerah perbatasan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono) menyatakan jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang strategis. “Apalagi dari segi fungsinya sebagai pertahanan dan keamanan nasional serta mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Secara umum, jalan perbatasan di Kartala ini mencakup jalan perbatasan paralel sepanjang 614,55 kilometer dan lintas perbatasan sepanjang 352,04 kilometer. Hingga akhir 2019, total panjangnya mencapai 80,8 kilometer.

Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR menganggarkan dana sebesar Rp 231 miliar untuk pembangunan 8 jalur perbatasan dan 3 jalur perbatasan di kawasan Kaltara. Untuk pembangunan jalan perbatasan terbangun, progres Jalan Long Semamu Long Bawan 3 sepanjang 1,2 kilometer adalah 0,38%, dan sebenarnya progres Jalan Long Semamu Long Bawan 4 sepanjang 1,8 kilometer sebesar 1,6%, dan biayanya Rp 20,9. Miliaran.

Kemudian, Jalan Long Boh Metulang Long Nawang sepanjang 3,5 kilometer mengalami progres 37,12%, dan Jalan Long Boh Metulang Long Nawang 2 sepanjang 2,5 kilometer mengalami progres 33,7%. Sementara itu, empat ruas lainnya masih dalam tahap persiapan lelang, yakni Jalan Malinau Semamu sepanjang 1,4 kilometer, Jalan Panjang Semamu Bawan sepanjang 2 kilometer 2 kilometer, Jalan Long Semamu Long Bawan 2 kilometer sepanjang 2,1 kilometer, dan Jalan Panjang 400 kilometer. Nawang. Selain jalan perbatasan, anggaran tahun anggaran 2020 dari departemen PUPR PUPR juga digunakan untuk melanjutkan pembangunan jalur perbatasan, seperti Malinau-Long Semamu-Long Bawan-Long Midang (Indonesia) -Lawas (Sarawak, Malaysia) ruas sepanjang 198,71 kilometer Panjangnya 8,5 kilometer.

Selanjutnya ruas Malinau-Mensalong-Tau Lumbis-Keningau (Sabah, Malaysia) sepanjang 221,73 kilometer, dan ruas Malinau-Langap-Long Kemuat-Long Nawang (Indonesia) -Wibu (Malaysia Serawak) berjarak 6,4 kilometer. Panjang totalnya adalah 443,43 kilometer. Di daerah yang terdapat pemukiman atau daerah padat penduduk, dan fasilitas umum (seperti pusat kesehatan, pasar, sekolah, dan kantor pemerintah), pengerjaan aspal harus diutamakan. Pada saat yang sama, lapisan agregasi digunakan di area di mana lalu lintas harian (LHR) masih perlu ditingkatkan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus membangun infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan perbatasan, salah satunya di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa tujuan pembangunan jalan perbatasan adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa serta membuka daerah terpencil dan terpencil dalam kerangka negara kesatuan, sehingga mengurangi biaya mahal dan meningkatkan kualitas hidup. dari komunitas.

Menteri PUPR Basuki mengatakan dalam siaran persnya pada hari Rabu: “Jaringan jalan perbatasan merupakan infrastruktur negara Republik Indonesia yang bernilai strategis, dengan fungsi pertahanan dan keamanan, serta mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.” / 2020).

Di Provinsi Kalimantan, Kementerian PUPR melalui Administrasi Umum Bina Marga terus secara bertahap membangun jalan paralel sepanjang 1.910,11 km dari tiga provinsi antara perbatasan Indonesia dan Malaysia.Tiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat 811,32 km dan Kalimantan Timur. 412,59 km dan Kartala 770,25 km.

Pada tahun 2020, jaringan jalan perbatasan Kalimantan akan ditingkatkan dalam jarak 548,49 kilometer, meliputi rekonstruksi jalan, pelebaran, perbaikan, pemeliharaan rutin, dan penggantian jembatan.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan meski ada pembatasan pandemi Covid-19, pembangunan jalan di Kartala di kawasan perbatasan Malaysia-Indonesia masih terus dilakukan.

Irianto mengatakan, Senin (3/8): “Hanya saja, alokasi anggaran memang mengalami penurunan. Pasalnya, sebagian besar anggaran pemerintah pusat dan daerah telah dialokasikan untuk mencegah dan menangani pandemi Covid-19.”

Pembangunan infrastruktur jalan, termasuk infrastruktur jalan menuju kawasan perbatasan, bertujuan untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan mendorong mobilitas masyarakat. Selain itu, juga memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan dasar yang lebih muda dan lebih murah. Dengan cara ini akan tercipta jalur logistik yang dapat memicu tumbuhnya pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.

Pembangunan jalan perbatasan Kartala terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian paralel dari gelombang panjang menuju perbatasan Marinau, dengan total panjang 614,55 kilometer; dan seksi lintas perbatasan Marinau yang mengarah ke Longmitang hingga Mensalon. -Tauros Panjang total 359 kilometer.

Badan Pelaksana Jalan Tol Negara XII, Satuan Kerja Direktorat (Satker) Direktorat Jalan Perbatasan Kaltara (Satker) Bina Marga Kementerian PUPR, laporan terbaru menunjukkan bahwa pembangunan jalan di sepanjang perbatasan Kaltara menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Untuk jalan perbatasan paralel sepanjang 614,55 kilometer, jalan sepanjang 557,55 kilometer telah dibuka. Atau tinggalkan saja sekitar 57 kilometer.

Adapun kondisi lalu lintas jalan perbatasan. Dengan kata lain, total panjang jalan menuju jalan perbatasan Marinau-Lonmidang adalah 203,30 kilometer, 42,74 kilometer di antaranya sudah diaspal. Jalan eksisting terdiri dari 160,56 kilometer tanah, dan panjang pembongkaran 102,47 kilometer.

Baca juga : Sejarah Awal Mula Berdirinya Inggris Raya (UK)

Sementara itu, pintu masuk jalan perbatasan Mensalong-Tau Lumbis dengan total panjang 155,70 telah diaspal dengan jalan aspal sepanjang 4,00 kilometer. Jalan eksisting sepanjang 124,65 kilometer berupa tanah, dan jalan yang belum ditembus atau berhutan sepanjang 27,05 kilometer.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Administrasi Umum Bina Marga secara bertahap terus membangun jalan paralel menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalimantan Barat) sepanjang 811,32 kilometer.

Jalan paralel menuju perbatasan Kalimantan Barat terbagi menjadi 607,81 kilometer (dengan jalan non nasional dan 203,51 kilometer jalan nasional). Hingga Juli 2020, perbatasan dari Temajok hingga Kalimantan Barat / Kalimantan Timur sudah sepenuhnya menembus jalan paralel.

Herlan Hutagaol, Direktur Bina Marga Badan Pelaksana Jalan Tol Nasional (BPJN) Kalbar, menyatakan seluruh ruas Batas Zaman Temajok-Aruk-Badau-Putusibau-Naga di Provinsi Kaltim masih berupa hutan yang dibuka oleh Insinyur Angkatan Darat.

Ia mengatakan: “Namun, beberapa ruas jalan yang dibuka oleh Dinas Perhubungan masih belum memenuhi syarat kemiringan, sehingga jalur vertikal dan horizontal perlu diperbaiki. Oleh karena itu, secara bertahap kami akan memperbaiki jalan tersebut sesuai dengan kemiringan maksimal. Nasional jalan raya. ”ujarnya, Rabu (29/7/2020) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut catatan Dinas PUPR, rata-rata lebar jalan paralel menuju perbatasan Kalimantan Barat minimal 6 meter, dan luas jalan (Rumija) antara 15 hingga 25 meter.

Dari seluruh ruas jalan yang ditembus, 318,89 kilometer (39,30%) sudah diaspal, dengan total lantai 195,96 kilometer (24,15%), dan pengerasan tanah 296,47 kilometer (36%, 54%) masih dalam keadaan.

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir
Informasi

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir – Tahukah Anda bahwa jalan yang kita lewati setiap hari dibangun setelah melalui proses yang panjang? Seperti bangunan umum lainnya, pembangunan jalan tentunya membutuhkan perencanaan yang matang.

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir

hrp – Setelah rencana dirumuskan dan disetujui oleh otoritas yang berwenang dan dana disediakan, teknologi pembangunan jalan dapat dimulai. Berikut tahapan pelaksanaan pembangunan jalan dari awal yang di rangkum dari strong-indonesia.

1. Proses Pembersihan

Sebelum membangun jalan raya, pertama-tama singkirkan sampah dan pohon dari tanah, lalu ratakan. Membersihkan tanah, menggali penggali Setelah membersihkan lahan, gunakan buldoser untuk pekerjaan meratakan buldoser, Untuk memindahkan lahan galian, digunakan dump truck

Lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan jalan tentunya memiliki berbagai kondisi. Beberapa ditumbuhi rumput, namun ada pula yang ditumbuhi semak dan pepohonan. Untuk ini, pembersihan harus dilakukan. Pekerjaan pembersihan termasuk menebang pohon, membersihkan semak-semak dan menggali akar tanaman untuk mencegahnya tumbuh kembali. Rumput gimbal sebaiknya tidak dibuang begitu saja.

Rerumputan Jimbaran bisa digunakan untuk menutupi bahu jalan. Rerumputan yang jika tumbuh dengan baik akan berperan dalam mencegah erosi, terutama pada daerah yang landai dan bahu jalan. Pekerjaan pembersihan ini tidak hanya cocok untuk tumbuh-tumbuhan, tetapi juga untuk batuan besar yang mengganggu konstruksi jalan. Batu besar itu didorong atau dipatahkan dan dipindahkan, mengubahnya menjadi batu kecil.

Baca juga :  Plan your Holiday to Hampton

Biasanya, pekerjaan membersihkan batu-batu tersebut membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan banyak tenaga. Setelah pembersihan, terkadang langkah-langkah pengangkatan tanah perlu dilakukan. Hal ini terutama terjadi di daerah banjir dengan endapan lumpur dan lembah sungai dalam jumlah besar. Permukaan tanah harus dirawat agar memiliki daya dukung yang baik untuk pembangunan jalan.

2. Penyesuaian Tanah

Setelah tahap pembersihan selesai, pekerjaan tanah perlu dilakukan. Pekerjaan tanah meliputi penggalian dan drainase serta penambalan di tempat-tempat yang perlu diisi. Pekerjaan tanah bertujuan untuk membentuk badan utama jalan. Untuk mendapatkan stok berkualitas tinggi, kehati-hatian harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua tanah dipadatkan. Disarankan untuk mengisi ulang lapis demi lapis dengan ketebalan 15cm.

Anda harus memampatkan lapisan demi lapisan sebelum menambahkan lapisan berikutnya. Dalam pengerjaan tanah ini, jarak relokasi lahan untuk TPA akan mempengaruhi jumlah tenaga kerja dan waktu kerja yang dibutuhkan. Jika TPA sangat rapat maka proses TPA akan berjalan lebih cepat. Sebaliknya, jika jarak perpindahan TPA jauh, waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan tanah bisa lebih lama.

Setelah itu akan dilakukan penggalian di sisi kiri dan kanan jalan. Tanah saluran galian dapat ditempatkan di tengah jalan dan diratakan untuk membentuk bahu jalan. Kemudian ratakan dan padatkan permukaan jalan. Cara terbaik adalah mengairi tanah dengan air agar kadar air selama proses pemadatan benar-benar terjaga.

Setelah pemadatan selesai, perlu dilakukan pengukuran ulang untuk memastikan bahwa ketinggian badan jalan memenuhi standar yang berlaku. Jika ternyata ketinggian jalan belum tercapai atau ketinggian jalan terlalu tinggi, maka perlu dilakukan penyesuaian untuk mendapatkan ketinggian yang benar-benar memenuhi standar. Gunakan dump truck untuk meletakkan material pondasi berupa batuan sungai, kemudian gunakan tandem roller untuk meratakan dan memadatkannya.

Saat meletakkan lapisan dasar atas dan melapisi permukaan, lakukan pekerjaan meratakan gulungan tandem lagi. Saat meletakkan bahan dasar, gunakan teodolit dan aksesorinya untuk mengukur ketinggian tanggul.

3. pekerjaan drainase

Drainase jalan berperan penting dalam menjaga ketahanan jalan. Karena air akan merusak jalan dengan menyapu jalan atau biasa disebut erosi dan mengurangi daya dukung badan jalan. Inilah mengapa sangat penting untuk membangun sistem drainase yang baik.

Sistem drainase pada jalan harus didukung agar air dapat mengalir keluar dari permukaan jalan, sistem drainase pinggir jalan yang dapat menampung air dari permukaan jalan, dapat mencegah air masuk ke jalan di luar jalan dan berupa gorong-gorong. , sehingga air dapat mengalir melintasi jalan raya.

Selain drainase yang baik, juga dimungkinkan untuk mencegah erosi pada jalan dengan membangun tanggul untuk menjaga kondisi air. Fungsi tanggul penahan air jenis ini adalah untuk mengurangi aliran air dan menahan lumpur. Parit drainase juga harus dibangun untuk memastikan bahwa jalan memiliki struktur tertentu di luar kanal yang ada di jalan.

4. Perkerasan Jalan

Tujuan perkerasan, atau kerikil, adalah untuk membuat perkerasan tersebut kuat. Perkerasan jalan yang kokoh harus mampu menahan segala cuaca, suhu tinggi dan hujan, serta tidak boleh berubah saat terkena beban. Selain itu, jalan yang kokoh akan membuat air sulit masuk.

Pengerasan jalan dilakukan dengan pelapisan batuan alam. Sebelum tahap pemadatan, tingkat ketebalan antara 15 cm dan 20 cm. Bahan yang digunakan pada tahap kerikil idealnya meliputi tiga bahan utama yaitu batuan, dengan komposisi batuan 35% sampai 65%, pasir 20% sampai 40%, dan lempung 10% sampai 25% batu, pasir dan lempung.

5. Pemadatan

Setelah lapisan pondasi selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyebarkan aspal yang telah dipanaskan sebelumnya untuk meleburnya. Untuk mengaspal, digunakan bahan finishing aspal Setelah aspal hasil pengukuran teodolit disebar dengan elevasi jalan sesuai rencana pekerjaan selanjutnya, kemudian dipadatkan dengan bulldozer untuk mencapai kepadatan dan elevasi yang direncanakan.

Pekerjaan selanjutnya adalah menggunakan roller pneumatik untuk menyelesaikan pemadatan dan perataan jalan. Tahap pemadatan merupakan salah satu langkah penting untuk mengencangkan tanah. Pemadatan dilakukan untuk mengurangi volume lapisan tanah dan mendorong partikel tanah menjadi lebih padat. Setidaknya ada empat metode dasar pemadatan, yaitu pemadatan mekanis atau manual terhadap tanah, penggiling jalan, pemadatan getaran, dan pemadatan alami.

Pounds atau bat diklasifikasikan sebagai compactor yang murah dan mudah digunakan. Kekurangannya adalah dengan menggunakan alat ini akan membuat pekerjaan pemadatan berlangsung lebih lama. Tricker terbuat dari pegangan tongkat dengan beton atau besi cor di ujungnya. Alat tersebut dapat dioperasikan dengan cara mengangkat dan meletakkannya di atas tanah secara berulang-ulang agar lapisan tanah benar-benar kokoh. Berat alat biasanya antara 6 Kg dan 8 Kg.

Pada saat yang sama, dibandingkan dengan penghancur atau pengocok, gulungan dapat menjangkau area pemadatan yang lebih luas. Ada roller dengan roller ganda, dan beberapa roller dengan roller tunggal. Rol dapat menghasilkan compact berkualitas tinggi dengan berat hingga 1 ton atau lebih. Pada saat yang sama, roller getar memiliki keuntungan karena dapat memampatkan lebih dalam daripada roller penggulung.

Saat menggunakan alat ini, perlu diperhatikan kestabilan kecepatannya untuk mendapatkan efek pemadatan yang baik. Efek getaran bergantung sepenuhnya pada jenis material dan intensitas getaran. Selain menggunakan alat pemadatan tersebut, pemadatan juga dapat dilakukan secara alami. Pemadatan alami dilakukan dengan meninggalkan tanah untuk jangka waktu tertentu. Akibat curah hujan dan kendaraan yang melintas, tanah secara alami akan memadat. Kompresi ini tergolong murah, tapi butuh waktu lama.

Sejauh ini, tahap pembangunan jalan telah membentuk fondasi yang kokoh sesuai rencana. Namun tahap ini bukanlah tahap terakhir. Masih ada tahap selanjutnya yaitu tahap pengerasan jalan. Pada tahap ini, aspal cair pertama kali disebar dengan pemanasan. Setelah pengaspalan aspal sesuai dengan ketebalan yang ditentukan, digunakan alat pemadatan untuk tahap pemadatan. Setelah itu didapat jalan yang akan digunakan sebagai kendaraan penyeberangan.

Baca juga : World Wonder Ring Stardom, Asosiasi Pegulat Wanita di Jepang

6. Meningkatkan atau Memperpanjang Umur Lapisan Aspal Jalan

Untuk memperpanjang umur layanan perkerasan aspal maka perlu dilakukan proses perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Ikuti petunjuk. Dalam proses perencanaan perlu dilakukan perhitungan ketebalan lapisan dan jenis material yang sesuai untuk digunakan sesuai dengan nama jalan (misalnya jalan yang akan dilalui kendaraan besar seperti truk). berbeda. Bagus .. Anda perlu bersiap dengan perbedaan beban dan jalan yang kokoh.

Kedua, permasalahan penggunaan jenis aspal berkualitas tinggi adalah menyesuaikan kondisi jalan agar tidak mudah rusak dikemudian hari. Dalam perencanaan, Anda juga dapat memperkirakan masa pakai jalan tersebut.

Dalam proses pelaksanaannya perlu memperhatikan rencana yang telah direncanakan sebelumnya dan dapat benar-benar dilaksanakan. Selain itu, kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan, seperti pengaturan kemiringan jalan agar air hujan dapat langsung mengalir keluar tanpa menimbulkan genangan. Karena genangan air akan langsung merusak aspal, awalnya hanya berupa lubang kecil, tetapi akan mengembang seiring waktu.

Dalam proses perawatan yang ditanyakan oleh Pak Budihardjo ini adalah contoh yang baik karena warga sangat memperhatikan keawetan fasilitas umum. Agar lapisan aspal lebih awet, Anda bisa memperhatikan hal-hal berikut ini. Pastikan kendaraan yang melintas di atas tidak melebihi beban yang dapat ditahan oleh struktur jalan.

Lakukan drainase yang baik agar air dapat segera mengalir dari lapisan aspal. Jika lapisan perkerasan jalan rusak mohon segera diperbaiki, material bisa menggunakan material aspal itu sendiri.

Kemudian dalam hal ini, yang dibutuhkan adalah pemeliharaan bagian pinggir, yang dapat dilakukan dengan memastikan tidak ada genangan air di sisi jalan. Anda bisa menggunakan campuran pasir dan semen untuk menambahkan beton pada trotoar, namun tetap perlu memperhatikan kelancaran pengolahan air. Thinner dan zamitex digunakan untuk cat, jadi tidak bisa digunakan untuk merawat jalan aspal.

Plan your Holiday to Hampton
News & Events

Plan your Holiday to Hampton

Plan your Holiday to Hampton – Working the whole year is tiring for everyone for sure. However, that feeling will be gone as soon as you know that you have holiday waits for you. You might daydream about enjoying your time in the beach today, but today, you can also start to plan your holiday. Hampton is well known to be one of recommended city for you to spend your holiday. Many nice places are worth to be visited.

Sea to the Stars – The Unique and Must Buy Attraction of Hampton

Hampton is popular for its legacy for 400 years as “First from the Sea, First to the Stars” city. It reflects on one of the trip offered which is a combination of adventure, history, water excitement, and many other fun activities to do. One low price will be suitable for everyone who is willing to have enjoyable holiday with affordable price. You will have long lists of places to visit in Hampton with that price.

At first, you will start to journey by sailing on the Miss Hampton II, which represents “first from the sea.”. You will get the chance to witness 400 years of history of Hampton in its history museum. After enjoying the whole museum, you will be brought to the stars as you discover the Virginia Air and Space Science Center.

Culinary Experience – You’d Better Try All Food You Can Try

Culinary Experience – You’d Better Try All Food You Can Try

During your holiday in Hampton, you will find many local restaurants that over fresh ingredients to be served on your table just There are so many farmers and sailors who build good connection with restaurants, so all ingredients are guaranteed for its quality. This city has many kinds of styles of restaurant to make sure it can provide the best experience in culinary for all tourists who spend the holiday here.

Local restaurant is well known for its sea food, thank to the city that is close to the sea. However, you can also try various kinds of food from all over the world. Chefs from many countries are ready to serve the best quality of food to satisfy your tummy and taste. Therefore, you’d better try all food you can try while you are having your best moments in life in Hampton.

Hampton is a city that you must visit as your holiday to do list. It has many kinds of interesting attraction – including Sea to the Stars. It also has nice food for you to try. Therefore, plan your holiday today.

Interested in Testing in South Carolina? Visit the University of South Carolina
Innovation News & Events Roads Transportation

Interested in Testing in South Carolina? Visit the University of South Carolina

Interested in Testing in South Carolina? Visit the University of South Carolina – Sometimes, degrees just won’t cut it – several jobs or activities require certain certifications, especially academic. Well, if you need them, getting the testing at universities is the best way to get them legally yet as cheap as possible. For one, if you live in South Carolina, you can try testing at The University of South Carolina!
• Are The Testing Legal?
Of course, all the testing are legal and can be used to apply for all sorts of a vacancy unless they specifically noted that tests from universities are not accepted. Each test has their own expiration date depending on their own regulation, but all of them should be legal. Since the university offers a lot of tests, you can schedule several tests at once and attend them in the same place, convenient for those who need multiple certifications.

• What Testing Can I Get?
The Testing office of University of South Carolina offers several different tests, such as ATI-TEAS, CLEP, CLEP-DANTES, Comira, CIC, GRE, ISO-Quality Testing, Kryterion, LSAT, MAT, MPRE, ParaPro, PAN, Praxis Core, Praxis Subject Assessment, Pearson Vue, Proctoring Services, ProV, Scantron and TOEFL. If you are interested in them, you can look for further information, register, and even schedule the tests from their official website the way you register for online gambling games.

There’s no rule that forbade anyone from taking several tests as once. So, as long as the schedules are not clashing with each other, you can take them consecutively if you need to. If there’s a test you need to take but isn’t offered by the University of South Carolina, you can contact them from their enquiry form in their website and see if they can accommodate the test anytime soon. They will answer your mail as soon as possible during work hours.

Visit the University of South Carolina

• Where Can I Get The Tests?
Usually, the tests will be conducted in their testing building in Hampton Street, South Carolina. So, if you had registered and scheduled a test, you can just come to the building on the date you had chosen. If it was scheduled otherwise, refer to your registration form or ask the office for further information or directions.

So, do you need to test certifications? In the University of South Carolina, you can get testing on ATI-TEAS, CLEP, CLEP-DANTES, Comira, CIC, GRE, ISO-Quality Testing, Kryterion, LSAT, MAT, MPRE, ParaPro, PAN, and many others! If you are interested to take tests from the university, visit their website or their testing office in Hampton St., SC.

Getting Closer with The Hampton Road in the United States of America
Innovation News & Events Roads Transportation

Getting Closer with The Hampton Road in the United States of America

Getting Closer with The Hampton Road in the United States of America – Hampton Road is the link that connects the Virginia Peninsula and South Hampton Road. The Hampton Road consists of 9 cities and 2 counties. Those cities and counties become one alliance. Meanwhile, there are about 11 localities in Hampton Roads. Each local provide specific assets. In addition, they also create cooperation to ensure that the citizen can live well in that area. That cooperation will make sure that Hampton Road can provide the best service for its community in every aspect such as education, job, health, transportation, and others.

In the education section, there are more than 100.000 students who enroll in some universities in Hampton Road. The name of the universities in Hampton Roads is Hampton University, Old Dominion University, Norfolk State University, Regent University, College of William and Mary, Virginia Wesleyan University, Eastern Virginia Medical School and Christopher Newport University. In addition, the Hampton Road is also supported by some community colleges. The name of community colleges in Hampton Road is Tidewater Community College, Paul D.Camp Community College, Thomas Nelson Community College, and Rappahannock Community College. Meanwhile, the name of Major Technical Schools in Hampton Road is Tidewater Tech, ECPI, Advanced Technology Institute, Aviation Institute of Maintenance, and the Art Institute. The students who are enrolled in the university are ready for working as part time workers or full time worker. In 2016, there are about 29000 graduate students from those universities and colleges. They are ready to get work in a real working place. The graduates are dominated by the students who study in Health and Related Programs, Business, Management, Marketing, Social Science, and Education.

The Hampton Road in the United States of America

In addition, as the city who provide the facilitation for its citizen, the Hampton Road is also equipped with some transportation service. The first one is the Air Service that is supported by two airports. The name of airports is Norfolk International (ORF) and Newport News or Williamsburg (PHF) airports. In a day, there is nine airlines that provide 250 flights to 26 airports. The Hampton Road is also supported by the modern state and interstate highways systems. The average commute time in Hampton Road is about 24.85 minutes. In order to support transportation in Hampton Road, Rail transportation is also developed. The main rail systems in Hampton Road are Norfolk Southern and CSX. Those rails are connected the Hampton Road with other regions.

 

The Hampton Road, A Region with Full Cooperation
Innovation News & Events Roads Transportation

The Hampton Road, A Region with Full Cooperation

The Hampton Road, A Region with Full Cooperation – Hampton Road is a region that consists of 2 counties, 9 cities, and 11 localities. Due to the wide area of the Hampton Road along with the number of counties, cities, and localities, the development of alliance in Hampton Road is needed. The Hampton Road Alliance is developed as the media to ensure that the people who live Hampton Road get all the best service. In addition, the alliance also makes sure that all of the people can live in harmony based on legal law.

One of the main problems in every region is the number of people who can get a job of fulfilling their life. In order to support the people to get a job, there is some institution that provides development programs for the people in Hampton Road. They can join the program to learn a skill that will help them in finding a job for their life. For example, the Hampton Roads Workforce Council. This workforce is a media between employers who need the employee and the potential employees who need a job. The Hampton Road Workforce Council will conduct several testing for selecting the applicants. In addition, they also will offer job-specific training programs so that the employers can hire the best potential employees. Another institution is the Greater Peninsula Workforce Board. This institution is the representative of seven communities in the Greater Peninsula. They will provide workforce development services and support its funding. In addition, the individual is also supported. The Greater Peninsula Workforce also has some cooperation with the high educational institution, military partners, K-12, local business, and other authorities.

Another training development institution in Hampton Road is Tidewater Community College (TCC). The number of students in this institution is about 28.000 annually. It’s one of the best and largest training development institutions. The Tidewater Community College (TCC) provides several training programs such as engineering, health and medical, agricultural, industrial, business and management, social sciences and others. The good point of this

The Hampton Road

institution is the flexible schedule and customization training sessions so that the participants can get the training based on their ability. Another training institution is the Thomas Nelson Community College (TNCC). This institution provides two-year programs at the higher education level. The training programs of this institution are dominated in the management, business, and communication field. They also provide the customization training process so that the applicant can choose the programs based on their needs.

 

Get the Best Food and Wine Pairing in Hampton Street Vineyard!
Innovation News & Events Roads

Get the Best Food and Wine Pairing in Hampton Street Vineyard!

Get the Best Food and Wine Pairing in Hampton Street Vineyard! – Food and alcohols are one of the greatest common pleasure people can get. Are you up to spend some money on a good wine and gourmet dishes? If you are in Hampton, South Carolina, don’t miss Hampton Street Vineyard!
• The Food
Hampton Street Vineyard offered both lunch and dinner menus. Overall, the lunch menus are significantly cheaper starting from five dollars to fourteen dollars. However, as much as it is obvious, the dinner menu has more variations (starting from soup, salad, entrée, main course, and finally dessert) in addition to the wine menu.

So, if you are looking for a true fine dining experience, you should visit the restaurant at night before staying in bed. Otherwise, Hampton Street Vineyard offers a variety of gourmet food. There are also special offers such as ‘Nightly Seafood Special’ that you can get every dinnertime for five dollars only.

• The Wine
You can get fine dining without wine. Certainly, this sentence is true in Hampton Street Vineyard. After all, it is called vineyard thanks to the long wine list it offers. The wine itself includes varieties of wine from various vineyards such as Ravenswood Vineyards, Estancia Vineyards, Marcel Guigal, Ridge Vineyards, Jordan, Caymus Vineyards, Sterling Vineyards Reserve, Heitz Vineyards, Simi Vineyards, Quintessa, Diamond Creek Vineyards, Robert Mondovi, Chateau St. Jean, and Franciscan Vineyards. Depending on the vineyards of choice, there are different types of wine and of course different price tags. You can look for their menu online if you want to measure your budget. Overall, the prices are standard for fine dining.

Wine Pairing in Hampton Street Vineyard• The Location
Located in 1202 Hampton Street, SC, the restaurant chooses a small American dining space. On busy hours, the restaurant will be crowded, but fear not! After all, the employees are very accommodating and ready to help customers, old or new, find their seats. Otherwise, the ambience is pretty good with wood furniture and yellow lights on the walls – perfect for an evening with quality seafood, meat, and wine. One thing to mention is that due to the menu selection and cramped space, it is not kid-friendly. So, only pick the place for adult gatherings to not miss the alcohol!

If you love wine, you will love hanging in Hampton Street Vineyard. Though it is meant to be a restaurant, the place has an extensive wine list that every wine lover would appreciate. In fact, the restaurant was awarded ‘Best of Award of Excellence’ from the Wine Spectator Magazine!

Places in Hampton, Virginia, US
Innovation Roads Transportation

Places in Hampton, Virginia, US

Hampton Road is an area in Virginia. Virginia has one of the richest histories in the United States. This is called the ‘Mother of Presidents’, because more presidents come from Virginia than any other state. Virginia is also geographically diverse, with lowland bays, plains and mountainous regions.

There is a city called Stauton here. Staunton first settled in 1732, and the city functioned as the capital of Virginia in June 1781 when legislators fled Richmond and Charlottesville. Staunton is the birthplace of president Woodrow Wilson and is home to the American Shakespeare Center, the only replica of the original Blackfriars Theater in the world. Then there is Abingdon which is a historic city whose site was founded by explorer Daniel Boone in 1770, Abingdon is the perfect historical setting for a strange weekend getaway. Main Street is lined with buildings and houses that date back to 1779 and Abingdon is home to the Barter Theater, where theater customers can still barter for tickets.

Chincoteague, the city of Chincoteague became famous for Marguerite Henry’s children’s book ‘Misty of Chincoteague’, which was made into a film in 1961. The story focuses on the wild horse Chincoteague found on Assateague Island. Today, this ancient fishing town is the perfect location to see wild horses and enjoy island life. You will also be interested in the City of Lexington. Named for Lexington, Massachusetts, where the first shots fired in the American Revolution, Lexington, Virginia is home to the Virginia Military Institute and Washington and Lee University. Confederate General Robert E. Lee and Jackson ‘Stonewall’ are both buried in Lexington. In addition to rich historical sites and monuments, Lexington is also home to several famous ranch restaurants. Company also know have ever located in this country side, but after the company grown they move to Asian.

Places in Hampton, Virginia, US

Smithfield, located in the Hampton Roads region of Virginia, Smithfield is famous for healing and producing Smithfield Ham. Today, to be considered a ‘Smithfield Ham’, a ham must be processed within the city limits. Smithfield Foods is still the largest pig producer and processor in the world. In addition to delicious ham, Smithfield visitors can enjoy the historic home of the city of Victoria. Do not miss Culpeper, the city is located less than an hour from three desirable cities such as Fredericksburg, Charlottesville, and Washington, DC. It’s easily accessible by train, with the station in the middle of the historic downtown district. Culpeper is decorated with Victorian and Colonial houses, galleries, shops and restaurants.

New Generation Companies at Hampton Roads Try to Create Plant-Based Foodstuffs
Innovation News & Events Transportation

New Generation Companies at Hampton Roads Try to Create Plant-Based Foodstuffs

Daily food items such as eggs, mayonnaise, salad sauce, and biscuits from unusual sources are being created by new generation companies. In a kitchen on Hampton Roads metropolitan area, precisely Hampton Creek Technology Company, cooks are trying to recreate everyday food, such as eggs, mayonnaise, salad sauce, and biscuits from unusual sources. “Experimenting with completely different ingredients from the food system is similar to walking on the surface of the moon. We did something that no one else had done before so this work was full of challenges,” said cook Chris Jones, who heads product development at Hampton Creek technology company. Although food for vegetarians is as long as vegetarians, new generation companies, mostly from California, are using new technology to find alternative protein sources not sourced from animals.

Hampton Creek utilizes robotic technology to identify plants from around the world that can help recreate traditional food ingredients as a substitute for animal products with plant ingredients. “We looked at the properties of different molecules and in the end we were able to recognize the relationship between what we saw at the molecular level as if the material would cause the sponge to expand or make the taste of mayonnaise delicious or whether it would glue the biscuits or make butter with delicious cream, “said Hampton Creek founder Josh Tetrick. “Indeed, this progress has only recently been achieved, both in screening methodology and data science, which makes it possible,” said Jim Flatt, head of research and development at Hampton Creek.

At another company lab, Beyond Meat, scientists recreated hamburgers sourced from yellow bean protein, soybeans, and bits that resembled animal blood. Scientists describe the basic structure of meat and explore the world of plants to look for similar elements. They then rearrange it into a new type of food that uses plant-based proteins to create “burgers” that are similar to beef burgers. “What we do is we take elements from plants. We do it through heating, cooling, and pressure that basically compiles the whole protein so they can form tissue textures similar to animal muscles,” said founder Beyond Meat, Ethan Brown. These companies say plants are the key to solving global food problems. “Whether it’s Asia, Africa, India, you are witnessing a very strong trend of increasing consumption of animal protein. I think the world will not be able to meet all those needs,” Brown said. Indeed the planet cannot possibly meet our needs by the way we consume meat because we do not have enough fertile land to create grain plants for the needs of all the animals we eat if we will feed meat to everyone in this world.

Economic Downturn at Hampton Roads
Innovation Roads

Economic Downturn at Hampton Roads

The ship repair industry in the Hampton Roads area, Virginia will lay off more than 1,000 employees at a time when Congress is trying to approve the new national budget. The Virginian Pilot newspaper reported that at least 1,000 layoffs will be carried out for this industry and some have already begun. The head of the Virginia Ship Repair Association, Bill Crow, said layoffs were mainly due to the federal government’s budget which would expire on Friday, and the failure to approve the new national budget with sufficient funds for the maintenance of Navy ships. Crow said, without additional funding, the Hampton Roads ship repair industry could lose around $ 180 million. He also added that shipyard executives knew, even though without Congressional funding problems, the contracts that would be given by the navy to shipyards at Hampton Roads would be far below their total capacity.

The American Congress is getting closer to an agreement to fund the government until the end of September, but is still preparing for the possibility to extend the deadline midnight Friday if that is not achieved. The step was taken to complete negotiations and avoid the possibility of a government operation being stopped. The one-week extension will give prominent members of the Republican and Democratic faction “a little breathing space” to complete negotiations and present their plans to spend around 1 trillion dollars throughout the rest of the fiscal year to members of Congress, said a member of parliament who was aware of the talks. Negotiators race against time to resolve the remaining disputes regarding a large budget draft law.

Besides that, the Florence Storm began to hit the coast of North Carolina and South Carolina on Thursday with strong winds and heavy rain. The National Hurricane Center l said Florence had caused a life-threatening tidal wave and strong winds to the coast of North Carolina. Florence moves inland at a speed of 9 kilometers per hour. Weather experts estimate up to 101 centimeters of rainfall in parts of North Carolina and tidal waves as high as 4 meters, higher than most homes.

According to the Hurricane Center and the rainfall will cause dangerous flash floods and a large overflow of river water for a long time. Tornadoes are also expected to occur. The Pentagon has sent two ships and a unit of Marines offshore to provide assistance if needed. The Department of Defense has also moved most of the ships, submarines and planes out of bases at Hampton Roads, Virginia, to safe places deep in the sea or at distant air bases. Rescue helicopters and trucks that can operate on the floodplain were also alerted.

The US Military at Hampton Roads Improves the Most Important Armament System
Transportation

The US Military at Hampton Roads Improves the Most Important Armament System

The superiority of the American military submarine will soon be threatened if it does not get funds in time to replace old vessels. One of America’s biggest threats to foreign countries, is a submarine that is 171 meters long, its height is like a four-story building, can fully dive beneath the surface of the water and can roam the sea unnoticed. The Ohio class SSBN submarine carrying the Trident II nuclear missile by Defense Minister Ash Carter this week is called “really important” and “the source of American excellence”. SSBN submarines strategically placed around the world carry dozens of ballistic missiles that can shoot 7400 kilometers away. “This is the most important weapon system that belongs to America regarding strategic security because no one knows where it is, always active and constantly alert,” said lead engineer sonar Jarrad Hampton on Hampton Roads.

Officials say the submarines are one of the most important parts of America’s nuclear arsenal, a term used to describe America’s ability to launch nuclear attacks from air, land or sea. But that capability will soon be threatened if it does not get funds in time to replace old vessels. The walls of the submarines can only last about 40 years. NASA’s Langley Research Center in Hampton, Virginia, will conduct a test by swinging the body of a Sea Knight CH-46 helicopter like a pendulum, then dropped from a height of about 10 meters to the ground. NASA engineers will intentionally drop an American Marine helicopter, which is equipped with a floor base of various composite materials, to see how far the strength of the aircraft frame made of these materials can protect anyone who is in the cabin.

According to the space exploration agency, there is increasing interest in the framework of aircraft made of carbon, but not many safety tests have been carried out at the scale of the scale to determine the accident resistance. NASA’s Langley Research Center in Hampton, Virginia will conduct a test by swinging the body of a Sea Knight CH-46 helicopter like a pendulum, then dropped from a height of about 10 meters to the ground. The helicopter will crash to the ground at a speed of about 50 kilometers per hour. NASA officials say the situation after the fall will be severe but the humans inside can survive, according to civilian and military requirements.

The Glory of Naval at Hampton Roads
News & Events Roads

The Glory of Naval at Hampton Roads

Located on the beach in downtown Norfolk is WWII Battleship, Wisconsin, which is operated by Nauticus. While this ship is impressive on many fronts, this ship is one of the largest warships ever built by the US Navy, and it is an impressive presence on the Norfolk coast. Launched in December 1943, it was also one of the last warships ever built by the US Navy.

Wisconsin was active in World War II, the Korean War, and Desert Storm Operations in 1991, and also served as a training ship among active tasks. Visitors first walk through the Nauticus building, with a series of extensive and well thought out exhibits related to the history and layout of the ship, before walking out onto the deck. Once on board, it’s possible to walk from one end to the other, climb the stairs to several upper levels, and explore a large part of Wisconsin on a self-guided tour.

On the seafront of the city center in Nauticus, the Victory Rover Cruise Ship is a great way to explore the area by sea. You will pass many interesting tourist attractions in the naval hampton roads area with this cruise ship, there are Portsmouth Coast Guard Station, shipyards, downtown Norfolk, Portsmouth Naval Hospital, and Norfolk Naval Station, and many impressive place around Hampton Roads naval area. This station is the largest of its kind in the world that is why you should not miss the rare opportunity to see this amazing station with your own eyes.

The 150 passenger boat has an open upper level and a closed cabin with air conditioner then the snack bar always provides food and beverages to passenger, so you don’t need to worry if you run out of snacks. Cruise ships operate regularly from March to November, with limited shipping in December.

The Glory of Naval at Hampton RoadsNext, there is The MacArthur Memorial honors Douglas MacArthur, a US general and United States Army Chief of Staff, as well as Americans who served in the Civil War, Spanish American War, World War I, World War II, Japanese Occupation and the Korean War. The Memorial is housed in a grand old court building, but this complex consists of both a memorial building and a large visitor center located next to it. There are tombs of General and Mrs. MacArthur in the center of the building just below the large dome, precisely in the Memorial Building which full of historical value. Galleries at the main and upper levels are organized by year and MacArthur’s chronic life and events over a period of time.

The Definition of Hampton Roads
Innovation News & Events Roads Transportation

The Definition of Hampton Roads

The name Hampton Roads refers to an area in Virginia, US, which encompasses a body of water as well as the metropolitan areas surrounding it located in Southeastern Virginia and Northeastern North Carolina. Areas within this region cover places such as Virginia Beach-Norfolk-Newport News, VA—NC metropolitan areas, extending to also include a Combined Statistical Area that contains Elizabeth City, NC Micropolitan Statistical Area, and Kill Devil Hills. The diversity and stability of the economy in the region is supported by its beaches, an extensive waterfront property, coal piers, shipyards, an ice-free harbor, and the presence of military base.

The Hampton Roads body of water is recorded as being one of the largest natural harbors in the world. The body of water occupies an area that includes the James River, Nansemond River, and Elizabeth River. Smaller rivers also exist within the area, all of which empty into the nearby Chesapeake Bay, which in turn leads to the Atlantic Ocean.

The land area of the region consists of some cities, counties, and towns, all of which situated on the Virginia Peninsula in South Hampton Roads. Areas that are further away from the harbor may or may not count as part of the Hampton Roads, depending on the definition used.

As an example from for economic purposes, the MSA (Metropolitan Statistical Area) of Hampton Roads is defined by only to counties situated at northeastern North Carolina and two counties situated at the Middle Peninsula of Virginia. The area of Virginia Beach-Norfolk-Newport News, VA—NC MSA consists of more than 1.7 million people.

This makes the area the 37th largest in the US in terms of population number. The CSA (combined statistical area) of Hampton Roads consists of four more counties in North Carolina. With this, the entire area has a total of more than 1.8 million people, pushing it to become the 32nd largest CSA in the country in terms of population number.

Some Little Facts about the Hampton Roads
Innovation News & Events Roads Transportation

Some Little Facts about the Hampton Roads

The area of Hampton Roads is a place filled with a number of attraction and historical sites. The harbor located in this area has been the most important thing that contributes to the growth of the area, in terms of both water-related events and activities. The harbor (and the tributaries originating from it) may be an important conduit for transportation but it also poses a challenge on both travel and commerce that are more land-based. Due to this fact, constructing and managing infrastructure capable enough of supporting transportation is an obstacle to overcome in the area for a long time.

One of the biggest efforts to counter problems caused by the harbor is the HRBT (Hampton Roads Bridge-Tunnel) and the MMMBT (Monitor-Merrimac Memorial Bridge). In the Hampton Roads Beltway interstate, the two are the largest harbor crossings. The two bridges serve as connectors of Hampton Roads’ large population centers. The HRTA (Hampton Roads Transportation Authority) was established in 2007. This organization sought to help improve transportation in the area. It was, however, founded under a controversial state law. The law in question was intended to establish a variety of more taxes, tolls, and fees in order to generate funding for major transportation projects in the region. Included in the plan was the third bridge of Hampton Roads that was too costly.

Some Little Facts about the Hampton RoadsCities located in the Hampton Roads region are not counted as being in counties. They exist independently of one another. The Metropolitan Statistical Area (MSA) of Hampton Roads consists of 5 counties and 9 cities in Virginia and 2 counties in North Carolina. A census held by in 2010 showed that the entire area has a population number of 1,676,822. The number is expected to rise in 2014 to 1,716,624. The Hampton Roads is one of the areas in the US with the largest population.

Understanding More about Hampton Roads
Innovation News & Events Roads Transportation

Understanding More about Hampton Roads

To best define what Hampton Roads is, the definition used by the US Census Bureau can be referred to. The Bureau determines that the area consists of Virginia Beach, Norfolk, and Newport News within the VA—NC MSA. This region comprises of 16 jurisdictions of county-level. In Virginia, there are 5 counties and nine independent cities while in North Carolina, there are two counties included in the MSA. However, the definition that the locals use to determine the borders of this region does not truly in line with what the Bureau defines. The metropolitan areas within the region are what commonly and collectively referred to as Hampton Roads.

The VA-NC MSA comprises of Virginia Beach, Norfolk, and Newport News. This statistical area has a population of 1,676,822 according to a 2010 census. The population number is expected to rise to 1,716,624 in 2014. A constitutional change was implemented in 1871 and stated that all Virginian cities are independent, placing all of them outside counties. These independent cities are to be regarded as the equivalent of counties in order that the definition of MSA can be best determined. Areas constituting the VA—NC MSA is shared between Virginia and North Carolina.

Understanding More about Hampton RoadsThe areas in Virginia consist of 5 counties and 9 cities namely Gloucester County, Isle of Wight County, James City County, Mathews County, York County, City of Chesapeake, City of Hampton, City of Newport News, City of Norfolk, City of Poquoson, City of Portsmouth, City of Suffolk, City of Virginia Beach, and City of Williamsburg. The other areas in North Carolina consist of two counties namely Currituck County and Gates County. Towns or other areas surrounding these MSAs are still colloquially referred to as part of Hampton Roads—especially by locals, but legally they do not count as such.

The Evolution of the Hampton Roads Area
Innovation News & Events Roads Transportation

The Evolution of the Hampton Roads Area

The metropolitan area of Hampton Roads was originally referred to as the Norfolk-Portsmouth Metropolitan Statistical Area in 1950. Per this definition, the area comprised of Norfolk, Portsmouth, and South Norfolk independent cities as well as Norfolk and Princess Anne counties. Virginia Beach then separated itself from Princess Anne County in 1952. In 1963, Virginia Beach and Princess Anne County merged once again, with the entire area changing its name to the city of Virginia Beach. The city obtained the MSA status in the same year but Norfolk relinquished its metropolitan status. The county of Norfolk and the city of South Norfolk merged, forming Chesapeake City.

The City of Chesapeake obtained its MSA status in 1970 and Virginia Beach became a major city. The county of Currituck in North Carolina obtained its MSA status in 1973. The Newport News-Hampton Metropolitan Area (consisting of Newport News, Hampton, Poquoson, Williamsburg cities and Gloucester, James City, York counties) was merged with the Norfolk-Virginia Beach-Portsmouth MSA, forming the Norfolk-Virginia Beach-Newport News MSA. Surry, Mathews, and Isle of Wight counties joined the MSA in 1993. Virginia Beach was designated the MSA’s primary city in 2010 despite having surpassed Norfolk as the largest city in 1990.

The Evolution of the Hampton Roads AreaThe Census of 2010 resulted in the removal of Surry County and the inclusion of Gates County in North Carolina. The Virginia Beach-Norfolk, VA—NC Combined Statistical Area, on the other hand, adds three more counties in the Elizabeth City, North Carolina namely Pasquotank County, Perquimans County, and Camden County. It also adds the Kill Devil Hills in North Carolina with one county, Dare County. The total population number of this Combination Statistical Area was 1,779,243 according to a census. With a growth of 1.74%, the total population number in this area is expected to rise to 1,810,266 in 2013.

Observing the Origin of the Term Hampton Roads
Innovation Roads Transportation

Observing the Origin of the Term Hampton Roads

Hampton Roads is a term that is centuries-old. The designation came from a time in the past when the area was still an English outpost, about 4 centuries ago.

The word Hampton was assigned to commemorate Henry Wriothesley, 3rd Earl of Southampton, the owner of the Company in London and an avid advocate of the colonization of Virginia. Elizabeth Cittie was established as the area’s administrative center in its early years, named after Princess Elizabeth, King James I’s daughter. The Cittie was formally designated as so by the Virginia Company in 1619. A small town in the middle of Elizabeth Cittie came to be known as Hampton while the waterway near it was designated as Hampton Creek or Hampton River.

The Earl of Southampton is also referred to in the northern area of the bay (known as the Eastern Shore today). This area was named Northampton while Southampton encompasses area south of the James River. These names are still in use up until this day. The origin of the word Roads is more technical in nature.

Observing the Origin of the Term Hampton RoadsThe word is a shortened version of roadstead, which means a port’s safety. In relation to a body of water, the word means an area of water near a shore that is partly sheltered where vessels can safely ride at anchor. The Virginia General Assembly put the name Hampton Roads on record in 1755. It determined that the term refers to a channel that links the Chesapeake Bay with Nansemond River, Elizabeth River, and James River. Hampton Roads is one of the largest natural harbors in the world. This is due to its being the US northernmost East Coast port but is still ice-free throughout the year. The area also has another nickname to it, the Tidewater Virginia, but the name Hampton Roads sticks to it the most.

Innovation News & Events Roads Transportation

Transportation in Hampton Roads

Transportation in HamptonSeen from historic perspective, the growth of Hampton Roads can be attributed to the harbor. The presence of this harbor offers both benefit and obstacle: It plays a main role in being a transportation conduit and it poses challenges for land-based commerce and travel. These challenges, however, were finally overcome over time. As the region becomes urbanize over time, transportation challenges also increase. Additional traffic needs also rise up.

Transportation challenges continue of being present in the 21st century with the existence of conflicts between land-based travel and traffic on waterways. The preexisting infrastructure planning can be found at site, it has been aged significantly and there was no sufficient funding that can be allocated to either repair or replace said infrastructure. Both the Kings Highway in Suffolk and the Jordan Bridge near the Chesapeake were built in the 1920s and were now closed, serving themselves as examples of how transportation infrastructure in Hampton Roads needs upgrading. The HRTA (Hampton Roads Transportation Authority) was founded in 2007. It brought with it controversial additional taxes which were meant to support funding for transportation projects. Said projects include the James River Bridge, Monitor-Merrimac Bridge Tunnel, and the Hampton Roads Bridge Tunnel, all of which were thought to be too costly.

Newport News’ Newport News/Williamsburg International Airport and Norfolk’s Norfolk International Airport serve passengers coming from Hampton Roads. The former is the Virginia Peninsula’s primary airport. Said Airport saw growth in 2011, turning it into one of the country’s fastest growing airports. By 2012, however, the Airport suffered from massive declines in passenger service, leading to layoffs of many of its staff. The Norfolk International Airport houses seven airlines providing services to 25 destinations nonstop. The Hampton Roads Executive Airport is the 3rd busiest General Aviation airport in the state of Virginia. The Chesapeake Regional Airport provides similar services as the previous.

Transportation in Hampton Roads

Northeast Regional trains to Norfolk, Williamsburg, and Newport News stations are provided by Amtrak. The lines run to the west toward Richmond and to the north toward Washington D.C. as well as other cities north of Boston. Norfolk and Newport News stations are connected by buses and the two stations are also connected to Virginia Beach. Greyhound Lines provides intercity bus service. Stations are located in Norfolk, Hampton, and Newport News. Within Hampton Roads, transportation is provided by Hampton Roads Transit. Williamsburg Area Transit Authority operates local routes to Williamsburg, James City, as well as to upper York County.