Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir – Tahukah Anda bahwa jalan yang kita lewati setiap hari dibangun setelah melalui proses yang panjang? Seperti bangunan umum lainnya, pembangunan jalan tentunya membutuhkan perencanaan yang matang.

Menerapkan teknologi konstruksi jalan dari awal hingga akhir

hrp – Setelah rencana dirumuskan dan disetujui oleh otoritas yang berwenang dan dana disediakan, teknologi pembangunan jalan dapat dimulai. Berikut tahapan pelaksanaan pembangunan jalan dari awal yang di rangkum dari strong-indonesia.

1. Proses Pembersihan

Sebelum membangun jalan raya, pertama-tama singkirkan sampah dan pohon dari tanah, lalu ratakan. Membersihkan tanah, menggali penggali Setelah membersihkan lahan, gunakan buldoser untuk pekerjaan meratakan buldoser, Untuk memindahkan lahan galian, digunakan dump truck

Lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan jalan tentunya memiliki berbagai kondisi. Beberapa ditumbuhi rumput, namun ada pula yang ditumbuhi semak dan pepohonan. Untuk ini, pembersihan harus dilakukan. Pekerjaan pembersihan termasuk menebang pohon, membersihkan semak-semak dan menggali akar tanaman untuk mencegahnya tumbuh kembali. Rumput gimbal sebaiknya tidak dibuang begitu saja.

Rerumputan Jimbaran bisa digunakan untuk menutupi bahu jalan. Rerumputan yang jika tumbuh dengan baik akan berperan dalam mencegah erosi, terutama pada daerah yang landai dan bahu jalan. Pekerjaan pembersihan ini tidak hanya cocok untuk tumbuh-tumbuhan, tetapi juga untuk batuan besar yang mengganggu konstruksi jalan. Batu besar itu didorong atau dipatahkan dan dipindahkan, mengubahnya menjadi batu kecil.

Baca juga :  Plan your Holiday to Hampton

Biasanya, pekerjaan membersihkan batu-batu tersebut membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan banyak tenaga. Setelah pembersihan, terkadang langkah-langkah pengangkatan tanah perlu dilakukan. Hal ini terutama terjadi di daerah banjir dengan endapan lumpur dan lembah sungai dalam jumlah besar. Permukaan tanah harus dirawat agar memiliki daya dukung yang baik untuk pembangunan jalan.

2. Penyesuaian Tanah

Setelah tahap pembersihan selesai, pekerjaan tanah perlu dilakukan. Pekerjaan tanah meliputi penggalian dan drainase serta penambalan di tempat-tempat yang perlu diisi. Pekerjaan tanah bertujuan untuk membentuk badan utama jalan. Untuk mendapatkan stok berkualitas tinggi, kehati-hatian harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua tanah dipadatkan. Disarankan untuk mengisi ulang lapis demi lapis dengan ketebalan 15cm.

Anda harus memampatkan lapisan demi lapisan sebelum menambahkan lapisan berikutnya. Dalam pengerjaan tanah ini, jarak relokasi lahan untuk TPA akan mempengaruhi jumlah tenaga kerja dan waktu kerja yang dibutuhkan. Jika TPA sangat rapat maka proses TPA akan berjalan lebih cepat. Sebaliknya, jika jarak perpindahan TPA jauh, waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan tanah bisa lebih lama.

Setelah itu akan dilakukan penggalian di sisi kiri dan kanan jalan. Tanah saluran galian dapat ditempatkan di tengah jalan dan diratakan untuk membentuk bahu jalan. Kemudian ratakan dan padatkan permukaan jalan. Cara terbaik adalah mengairi tanah dengan air agar kadar air selama proses pemadatan benar-benar terjaga.

Setelah pemadatan selesai, perlu dilakukan pengukuran ulang untuk memastikan bahwa ketinggian badan jalan memenuhi standar yang berlaku. Jika ternyata ketinggian jalan belum tercapai atau ketinggian jalan terlalu tinggi, maka perlu dilakukan penyesuaian untuk mendapatkan ketinggian yang benar-benar memenuhi standar. Gunakan dump truck untuk meletakkan material pondasi berupa batuan sungai, kemudian gunakan tandem roller untuk meratakan dan memadatkannya.

Saat meletakkan lapisan dasar atas dan melapisi permukaan, lakukan pekerjaan meratakan gulungan tandem lagi. Saat meletakkan bahan dasar, gunakan teodolit dan aksesorinya untuk mengukur ketinggian tanggul.

3. pekerjaan drainase

Drainase jalan berperan penting dalam menjaga ketahanan jalan. Karena air akan merusak jalan dengan menyapu jalan atau biasa disebut erosi dan mengurangi daya dukung badan jalan. Inilah mengapa sangat penting untuk membangun sistem drainase yang baik.

Sistem drainase pada jalan harus didukung agar air dapat mengalir keluar dari permukaan jalan, sistem drainase pinggir jalan yang dapat menampung air dari permukaan jalan, dapat mencegah air masuk ke jalan di luar jalan dan berupa gorong-gorong. , sehingga air dapat mengalir melintasi jalan raya.

Selain drainase yang baik, juga dimungkinkan untuk mencegah erosi pada jalan dengan membangun tanggul untuk menjaga kondisi air. Fungsi tanggul penahan air jenis ini adalah untuk mengurangi aliran air dan menahan lumpur. Parit drainase juga harus dibangun untuk memastikan bahwa jalan memiliki struktur tertentu di luar kanal yang ada di jalan.

4. Perkerasan Jalan

Tujuan perkerasan, atau kerikil, adalah untuk membuat perkerasan tersebut kuat. Perkerasan jalan yang kokoh harus mampu menahan segala cuaca, suhu tinggi dan hujan, serta tidak boleh berubah saat terkena beban. Selain itu, jalan yang kokoh akan membuat air sulit masuk.

Pengerasan jalan dilakukan dengan pelapisan batuan alam. Sebelum tahap pemadatan, tingkat ketebalan antara 15 cm dan 20 cm. Bahan yang digunakan pada tahap kerikil idealnya meliputi tiga bahan utama yaitu batuan, dengan komposisi batuan 35% sampai 65%, pasir 20% sampai 40%, dan lempung 10% sampai 25% batu, pasir dan lempung.

5. Pemadatan

Setelah lapisan pondasi selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyebarkan aspal yang telah dipanaskan sebelumnya untuk meleburnya. Untuk mengaspal, digunakan bahan finishing aspal Setelah aspal hasil pengukuran teodolit disebar dengan elevasi jalan sesuai rencana pekerjaan selanjutnya, kemudian dipadatkan dengan bulldozer untuk mencapai kepadatan dan elevasi yang direncanakan.

Pekerjaan selanjutnya adalah menggunakan roller pneumatik untuk menyelesaikan pemadatan dan perataan jalan. Tahap pemadatan merupakan salah satu langkah penting untuk mengencangkan tanah. Pemadatan dilakukan untuk mengurangi volume lapisan tanah dan mendorong partikel tanah menjadi lebih padat. Setidaknya ada empat metode dasar pemadatan, yaitu pemadatan mekanis atau manual terhadap tanah, penggiling jalan, pemadatan getaran, dan pemadatan alami.

Pounds atau bat diklasifikasikan sebagai compactor yang murah dan mudah digunakan. Kekurangannya adalah dengan menggunakan alat ini akan membuat pekerjaan pemadatan berlangsung lebih lama. Tricker terbuat dari pegangan tongkat dengan beton atau besi cor di ujungnya. Alat tersebut dapat dioperasikan dengan cara mengangkat dan meletakkannya di atas tanah secara berulang-ulang agar lapisan tanah benar-benar kokoh. Berat alat biasanya antara 6 Kg dan 8 Kg.

Pada saat yang sama, dibandingkan dengan penghancur atau pengocok, gulungan dapat menjangkau area pemadatan yang lebih luas. Ada roller dengan roller ganda, dan beberapa roller dengan roller tunggal. Rol dapat menghasilkan compact berkualitas tinggi dengan berat hingga 1 ton atau lebih. Pada saat yang sama, roller getar memiliki keuntungan karena dapat memampatkan lebih dalam daripada roller penggulung.

Saat menggunakan alat ini, perlu diperhatikan kestabilan kecepatannya untuk mendapatkan efek pemadatan yang baik. Efek getaran bergantung sepenuhnya pada jenis material dan intensitas getaran. Selain menggunakan alat pemadatan tersebut, pemadatan juga dapat dilakukan secara alami. Pemadatan alami dilakukan dengan meninggalkan tanah untuk jangka waktu tertentu. Akibat curah hujan dan kendaraan yang melintas, tanah secara alami akan memadat. Kompresi ini tergolong murah, tapi butuh waktu lama.

Sejauh ini, tahap pembangunan jalan telah membentuk fondasi yang kokoh sesuai rencana. Namun tahap ini bukanlah tahap terakhir. Masih ada tahap selanjutnya yaitu tahap pengerasan jalan. Pada tahap ini, aspal cair pertama kali disebar dengan pemanasan. Setelah pengaspalan aspal sesuai dengan ketebalan yang ditentukan, digunakan alat pemadatan untuk tahap pemadatan. Setelah itu didapat jalan yang akan digunakan sebagai kendaraan penyeberangan.

Baca juga : World Wonder Ring Stardom, Asosiasi Pegulat Wanita di Jepang

6. Meningkatkan atau Memperpanjang Umur Lapisan Aspal Jalan

Untuk memperpanjang umur layanan perkerasan aspal maka perlu dilakukan proses perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Ikuti petunjuk. Dalam proses perencanaan perlu dilakukan perhitungan ketebalan lapisan dan jenis material yang sesuai untuk digunakan sesuai dengan nama jalan (misalnya jalan yang akan dilalui kendaraan besar seperti truk). berbeda. Bagus .. Anda perlu bersiap dengan perbedaan beban dan jalan yang kokoh.

Kedua, permasalahan penggunaan jenis aspal berkualitas tinggi adalah menyesuaikan kondisi jalan agar tidak mudah rusak dikemudian hari. Dalam perencanaan, Anda juga dapat memperkirakan masa pakai jalan tersebut.

Dalam proses pelaksanaannya perlu memperhatikan rencana yang telah direncanakan sebelumnya dan dapat benar-benar dilaksanakan. Selain itu, kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan, seperti pengaturan kemiringan jalan agar air hujan dapat langsung mengalir keluar tanpa menimbulkan genangan. Karena genangan air akan langsung merusak aspal, awalnya hanya berupa lubang kecil, tetapi akan mengembang seiring waktu.

Dalam proses perawatan yang ditanyakan oleh Pak Budihardjo ini adalah contoh yang baik karena warga sangat memperhatikan keawetan fasilitas umum. Agar lapisan aspal lebih awet, Anda bisa memperhatikan hal-hal berikut ini. Pastikan kendaraan yang melintas di atas tidak melebihi beban yang dapat ditahan oleh struktur jalan.

Lakukan drainase yang baik agar air dapat segera mengalir dari lapisan aspal. Jika lapisan perkerasan jalan rusak mohon segera diperbaiki, material bisa menggunakan material aspal itu sendiri.

Kemudian dalam hal ini, yang dibutuhkan adalah pemeliharaan bagian pinggir, yang dapat dilakukan dengan memastikan tidak ada genangan air di sisi jalan. Anda bisa menggunakan campuran pasir dan semen untuk menambahkan beton pada trotoar, namun tetap perlu memperhatikan kelancaran pengolahan air. Thinner dan zamitex digunakan untuk cat, jadi tidak bisa digunakan untuk merawat jalan aspal.